Strategy of Downsizing Process and its Effects on Survivors and Organization

Oleh :Shinta Dewi Tikson. SE., Mmgt.

Lingkungan bisnis yang tidak stabil menjadikan setiap organisasi bisnis harus mampu beradaptasi dan merancang organisasinya untuk mengikuti zaman. Hal ini perlu dilakukan untuk berada dalam lingkungan bisnis agar tetap dinamis. Dalam mempertahankan lingkungan bisnis yang dinamis diperlukan perubahan signifikan untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Salah satu perubahan yang dilakukan oleh organisasi adalah downsizing atau perampingan. Perampingan ini dilakukan berdasarkan berbagai alasan seperti meningkatkan keunggulan kompetitif dengan pengurangan biaya, meningkatkan kinerja karyawan dalam bekerja untuk memenuhi dan memberikan kepuasan kepada pelanggan, atau dengan meningkatkan keuntungan atau profit dari organisasi dengan peningkatan produktivitas dan profotabilitas.

Dalam penelitian yang dilakukan oleh ibu Shinta Dewi Tikson. SE., MMgt menjelaskan bahwa pelaksanaan perampingan untuk organisasi memiliki dampak negatif yang relatif besar dibandingh dari dampak postifinya. Dampak dari perampingan itu mengarah pada moral karyawan, penurunan kinerja karyawan, dan komitmen sehingga berdampak pada organisasi yang sulit untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.

Perampingan berdampak pada perubahan bentuk dan struktur organisasi. Perubahan ini berdampak pada sulitnya untuk memprediksikan efektivitas perusahaan karena sifat individual karyawan yang beragam dan sangat berpengaruh selama proses tersebut. Hal inilah yang harus diperhatikan seorang manajer dalam melakukan perampingan dengan harus mempertimbangkan efek jangka panjang pada organisasi agar tujuan dari organisasi dapat tercapai. Untuk itu seorang manajer sebelum melakukan perampingan, harus mempelajari tentang manajemen strategi sumber daya manusia yang didalamnya dijelaskan tentang bagaimana melakukan pendidikan ataupun pelatihan sekaligus evaluasi untuk mningkatkan produktivitas karyawan yang menjadi korban perampingan.

Dalam kajian literasi kali ini, fasilitator juga memberi tips untuk bagaimana melakukan library research dan bagaimana memulai research itu sendiri. Beliau menjelaskan bahwa untuk memulai library research harus memperhatikan tiga poin utama, yaitu :
1. Selecting the Topic. Cara untuk memilih topik sebaiknya dilakukan untuk memilih topik yang sedang hangat diperbincangkan ataupun topik yang sangat erat kaitannya dengan kehidupan sehari-harri. Sebagai contoh bahwa utnuk memilih topik “Strategy of Downsizing Process and its Effects on Survivor and Organization” ini terinspirasi dari Perusahaan Bosowa Maros yang mengalami krisis keuangan sehingga melakukan perampingan pada tahun 2006-2007.
2. Analyzing the Topic. Dalam hal menganalisis topik ini diperlukan fakta-fakta ataupun keterangan yang berkaitan dengan topik yang telah ditetapkan sebelumnya. Selain itu diperlukan pula argumen kontradiktif dari fakta atau informasi yang telah dikumpulkan.
3. Planning. Pada tahap ini yang harus dilakukan adalah dengan memperkaya diri dengan bahan bacaan yang berkaitan dengan topik untuk memulai formulating ideas. Bahan bacaan ataupun referensi yang ini harus diorganisir dengan baik untuk memudahkan penulis.

Setelah menemukan topik yang sesuai yang akan diteliti, selanjutnya beliau menjelaskan tips untuk memulai menulis hasil penelitian yang telah dilakukan dalam tiga bagian, yaitu :
1. Introduction. Pada bagian ini penulis perlu menjelaskan bagaimana ekspektasinya terhadap topik yang diangkat dengan secara konsisten menjelaskannnya secara rinci disertai fakta dan bukti maupun penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam bagian ini penulis juga perlu menghadirkan dan menampilakn isu yang akan didiskusikan, dalam hal ini biasa kita kenal dengan rumusan masalah.
2. Body Paragraph. Pada bagian body paragraph berisikan main idea serta kajian pustaka yang perlu dicantumkan sumbernya. Body paraghraph harus sejalan dengan apa yang ada pada bagian introduction sebelumnya, tidak boleh mengkontradiksi ide.
3. Conclusion. Pada tahap akhir adalah pembuatan kesimpulan. Pada bagian ini sangat tidak disarankan untuk hanya menyalin dari apa yang ada pada body paragraph. Penulis harus mengambil esensi dari semua pembahasannya menulis ulang setiap bahasan yang penting sebagai kesimpulan.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Pojok Diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *