Nairu di Indonesia : Suatu Evaluasi Alternatif Kinerja Makroekonomi

Oleh : Amanus Khalifah Fil’Ardy Yunus

NAIRU merupakan perdebatan antara Neo Keynesian dengan aliran monetaris, Keynesian lebih berfokus pada bagaimana mengurangi pengangguran dengan penambahan kebijakan pemerintah yang menggerakkan agregat demand, sedangkan monetaris bertentangan dengan Keynesian yang di mana beranggapan bahwa jika pemerintah menambah agregat demand, tentunya tidak akan efektif karena meskipun penambahan agregat demand menambah output tetapi akan terjadi inflasi. Di satu sisi pengangguran turun karena adanya penambahan output tetapi di sisi lain akan terjadi inflasi, sehingga di sinilah peran NAIRU di mana dia mencoba untuk mengakomodir kedua permasalahan ini dengan cara mengorbankan salah satu variabel tersebut. NAIRU adalah singkatan dari Non-Accelarating Inflation Rate of unemployement artinya tingkat pengangguran yang menstabilkan inflasi, dalam artian stabil dimana tidak ada perubahan atau tingkat inflasi pada tahun sekarang dengan tahun dengan tahun yang akan daatang sama dengan nol. Pengagguran dan inflasi memiliki hubungan yang negatif atau dalam hal ini saling tarik menarik artinya jika pengangguran turun maka akan terjadi inflasi begitupun sebaliknya.

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa semua variabel yang berhubungan negatif membutuhkan toleransi karena ketika variabel yang satu dinaikkan maka variabel yang satu akan turun. Sebagai contoh pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran bisa kita buatkan toleransi menjadi “tingkat pengangguran yang membuat pertumbuhan ekonomi stabil” hal itu berhubungan negatif ketika pertumbuhan ekonomi naik maka pengangguran turun.

Dalam diskusi ini juga menjelaskan bagaimana teknik penulisan yang baik, yaitu sebagai barikut :
– Dalam menulis sebuah karya ilmiah yang harus dipertimbangkan adalah “kerangka berfikir” karena apapun unsur dalam penulisan karya ilmiah kuncinya ada pada kerangka berfikir. Pendahuluan, tinjauan kajian literatur semua disusun berdasarkan kerangka berfikir. Kajian literatur yang bagus ketika dia mengacu kepada kerangka berfikir. Banyak yang beranggapan bahwa karena pendahuluan merupakan hal yang pertama muncul dalam suatu penelitian sehingga pendahuluanlah yang terlebih dahulu disusun padahal seharusnya kerangka berfikirlah yang terlebih dahulu diperhatikan.
– Regresi adalah analisis tersulit dalam statistik tapi untuk orang ekonomi regresi model termudah digunakan. Jadi jika kita memutuskan untuk mengambil model regresi berarti kita sudah mengambil analisis tertinggi di statistik dan termudah di ekonomi dan tentunya kan banyak manfaat yang didapatkan.
– Dalam menulis karya ilmiah kita harus kreatif di dua bidang yaitu teknis dan keilmuan. Contoh yaitu variable dependen lebih dari satu, banyak analisis yang dicantumkan baik langsung maupun tidak langsung dan sebagainya.
– Dalam pembuatan literatur atau penelitian tidak perlu dicantumkan definisi kecuali definisi tersebut adalah definisi yang masih diperdebatkan. Seperti halnya penelitian penelitian tentang inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan masalah-masalah umum lainnya. Begitupun dalam pembuatan sub bab harus di perhatikan seperti pembuatan judul yang lebih kreatif dan menarik. Tentunya hal ini dapat diperoleh apabila kerangka berfikir seseorang baik. (YA/RAW)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Info Terkini (kampus), Pojok Diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *