Makassar Halal Tourism Center “A Moslem Friendly Tourism Destination”

kajian-literasi-eka

Oleh : Eka Kaharuddin

Makassar Halal Tourism Center, kita ingin membuka lokasi atau tempat pelayanan dimana lokasi tersebut menjadi pusat pelayanan informasi untuk traveller yang masuk ke kota Makassar untuk mencari makanan-makanan yang sudah terjamin halal, mencari hotel-hotel yang sudah berstandar internasional dengan konsep syariah bisa langsung ke tempat tersebut. Karena Makassar ini susah sekali karena antara satu tempat wisata yang lain tersebar dimana mana, misalnya wisata hotel tidak berdekatan dengan wisata belanja atau dekat dengan wisata kuliner makanya kita berinisiatif hanya ada satu lokasi informasi Makassar Halal Tourism Center, untuk mewujudkan hal ini ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yang pertama kerja sama dari quadriple helix, yang kedua adalah strategi pengembangan yang kita gunakan makanya salah satu strategi pengembangan yang kita gunakan yaitu memunculkan Halal Tourism Center dikota Makassar ini. Mengapa kita perlu bekerja sama dengan quadriple helix dalam hal pengembangan wisata halal dikota Makassar karena ini akan mempermudah kerja-kerjanya kita, jadi kuardrivel halik terbagi beberapa orang, yang pertama itu pemerintah, kemudian pebisnis dalam hal ini orang-orang yang mengelola perhotelan dan mempunyai UMKM, yang ketiga yaitu akademisi yang keempat adalah masyarakat. Yang pertama itu pemerintah, karena pemerintah sebenarnya punya program apalagi baru-baru ini khususnya dikota Makassar sangat digencarkan pengembangan wisata halal makanya sebelumnya kita harus menemui pemerintah untuk mengetahui apa-apa saja program kerja yang berkaitan dengan halal tourism. Selanjutnya kenapa pebisnis atau UMKM perlu diikut sertakan dalam pengembangan halal tourism karena mereka ini yang akan melihat bagaimana pangsa pasar kota dimakassar ini khusunya halal tourism karena mereka yang akan berinterksi langsung dengan orang-orang seperti halnya wisatawan yang datang ke kota Makassar. Yang ketiga mengapa akademisi juga diikut sertakan dalam halal tourism ini karena mereka ini menjadi evaluator dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan pemerintah. Jadi misalnya pemerintah membuat suatu program lalu akademisi yang memberikan evaluasi apakah program tersebut sudah cocok digunakan atau tidak atau apa kekurangan dan kelebihan dari program tersebut. Yang terakhir adalah masyarakat yang sangat perlu karena perannya sebagai objek sekaligus subjek dalam pengembangan halal tourism karena mereka yang akan merasakan manfaatnya.

Dari hasil kerja sama dengan quadriple helix , ada beberapa hal yang harus dipenuhi atau menjadi salah satu syarat sebuah kota dikatakan sebagai destinasi pariwisata yang halal atau ramah terhadap wisatawan muslim, yang pertama itu akomodasi dan transportasinya, selain hotel, wisata kuliner kemudian akomodasi ini ternyata transportasi juga harus diubah menjadi sesuatu yang ramah terhadap wisatawan muslim, misalnya di bus-bus ada tertempel jadwal shalat, yang artinya tempat-tempat yang ada nantinya dikota Makassar ini harus strategis dalam hal akomodasi dan transportasi, kemudian tempat ibadah yang terwadahi. Intinya yang harus diubah dalam mindset nya kita bahwa halal tourism ini bukan hanya untuk wisatawan muslim saja. Adanya penelitian ini mewujudkan suatu destinasi pariwisata syariah yang lebih memberikan wadah atau lebih ramah kepada wisatawan muslim jadi mereka lebih nyaman datang ke kota kita. Setelah melihat kondisi dikota Makassar ini ternyata ada beberapa SWOT yang dihasilkan. Yang pertama kelebihannya bahwa tepat sekali bila kota Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah pengembangan tempat wisata syariah karena jumlah umat muslim di Makassar sangat besar dan jumlah penganut agama yang paling besar diantara agama-agama yang lain. Yang kedua terdapat beberapa tempat wisata yang potensial misalnya pantai losari dan masih banyak lagi, selain itu tempat peribadatan mudah dijangkau, terdapat beberapa hotel yang sudah berstandar dan masuk nominasi dalam halal tourism. Dibalik kelebihan-kelebihan yang ada ternyata ada kelemahan yaitu belum adanya lokasi yang dijadikan pusat halal tourism, karena tatanan kota Makassar bisa dibilang kurang rapi jadi susah untuk membuka lokasi yang ada hotel, ada tempat wisata, tempat makan dan sebagainya. Selain kelemahan itu ada peluang yang besar dalam hal pengembangan halal tourism yaitu adanya penunjukkan yag memberikan kesempatan yang besar bagi kota Makassar karena dalam hal ini pemerintah kota makassar dan kemenparekraf mendukung penuh pengembangan halal tourism. Selanjutnya tantangan yang paling terbesar dalam halal tourism ini karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat dalam hal halal tourism ini. Halal tourism ini harusnya dijadikan halal life style bagi kita umat muslim karena bagian dari halal life adalah halal tourism.

Metode penelitian dibagi menjadi tahapan penelitian yang dilakukan dengan tahap wawancara kepada pemerintah, pebisnis, akademisi dan masyarakat setelah melakukan wawancara langsung terhadap keempat pihak tersebut kemudian membagikan kuisioner kepada masyarakat pada umumnya tetapi tidak dibagikan kepada pemerintah, pebisnis maupun akademisi melainkan hanya masyarakat karena hanya untuk melihat respon masyarakat terhadap perkembangan halal tourism di kota Makassar. Pengembangan halal tourism sangat perlu dilakukan untu menarik wisatawan muslim dan non muslin baik itu dari luar ataupun dari dalam negeri. Tujuan terakhir dari pengembangan halal tourism ini tidak lain daripada untuk memberikan kontribusi yang besar atau share yang besar terhadap sector pariwisata ke pertumbuhan ekonomi Sulawesi selatan pada khususnya dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada umumnya.

Pertanyaan :
Ongky
Apakah konsep halal tourism ini hanya merujuk kepada perhotelan saja? Bagaimana dengan pendatang baru atau wisata asing yang datang ke Makassar dengan membawa budayanya tapi tidak bermaksud untuk mengganggu kenyamanan wisatawan muslim yang lain, seperti contohnya wisatawan asing yang datang berjemur dipantai dan menggunakan bikini. Bagaimana menyatukan hal tersebut ?
Jawab :
Sebenarnya bukan dikhususkan pada bidang perhotelannya saja tetapi itu hanya salah satu contoh konsep wisata yang halal jadi baik itu wisata alamnya, wisata buatannya, wisata belanja itu kemudian dikonsep menjadi sesuatu yang halal atau wisata yang berkonsep syariah misalnya wisata buatan seperti waterpark biasanya yang kita lihat antara perempuan dan laki-laki berbaur, biasanya kita yang perempuan misalnya yang berjilbab dan misalkan orang sudah banyak dan berdempet-dempetan kadang kita merasa risih, untuk konsep wisata yang halal ada pemisahan, khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan kecuali orang-orang yang sudah punya ikatan. Itu makanya diperlukan halal tourism ini karena belum tentu tujuan yang mereka tuju belum tentu budaya yang ada dimereka itu sama dengan budaya kita, makanya perlu adanya pembatasan, pembatasan itu kemudian pengembangan halal tourism ini Itu tidak sesuai dengan budaya Indonesia khususnya Makassar.

Nana
Dalam sistem pengumpulan datanya tadi menggunakan sistem wawancara. Apakah yang diwawancarai hanya muslim ataukah diluar muslim juga? Bagaimana dengan pola promosi sesuatu atau produk mengatas namakan atau kita mempromosikan produk dengan mengobral atau menjual “Halal”, seperti pada kasus Zoya ?
Jawab :
Wawancara yang dilakukan secara random, baik itu wawancara secara langsungnya maupun wawancara dengan membagikan kuisioner secara random, jadi tidak harus islam atau tidak. Karena memang ini untuk memberikan kenyaman kepada wisatawan muslim tapi di satu sisi halal tourism ini tidak ditutup yang nonmuslim. Yang demikian itu hanya merupakan strategi marketing nya saja, dia hanya ingin menonjolkan bahwa pakaian ini bisa dan layak kita pakai. Itu merupaka salah satu dari halal life style, sama halnya produk kosmetik Wardah, ada beberapa produk kosmetik yang sebenarnya halal contohnya Mustika Ratu, Wardah dan MarthaTilaar tapi karena Wardah yang strategi pemasarannya kreatif seperti pengiklanannya yang menampilkan bintang iklan yang cantik& putih jadi orang lebih tertarik menggunakan produknya.

Ongki
Apakah ini akan menjadi institusi? Bagaimana konsep pengawasan halal tourism ini? Institusi atau badan apa sebagai penanggung jawab?
Jawab :
Kalau misalnya ini terwujud yang akan membawahi itu adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, konsep pengawasannya mungkin seperti PNS dari Kemenparekraf ditugaskan untuk mengelolah itu.

Waode Nanny
Apakah ada usaha menjelaskan ke wisatawan asing mengenai halal tourism ini ?
Jawab :
Sebenarnya ini bisa dikatakan dalam bentuk masukan, bagus untuk diadakan supaya mereka paham bahwa bagaimana konsep kita menghadirkan halal tourism untuk memberikan kenyamanan terhadap wisatawan muslim, bagaimana halal life style.

Ali
Apakah dengan adanya halal tourism, membatasi wisatawan khususnya wisatawan asing untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada, khususnya dimakassar ? Dari yang boleh menjadi tidak boleh.
Jawab :
Berdasarkan pernyataan Kemenparekraf mereka tidak membatasi karena kenapa pengembangan wisata halal ini dilakukan di Indonesia untuk menarik wisata muslim maupun non muslin ke Indonesia. Sebenarnya mereka bisa menikmati itu tapi sesuai dengan prosedur yang ada, bukan bahwa mereka dilarang untuk berpartisipasi dalam hal ini cuman ada batasan dan itu kemudian mungin tidak sesuai keinginannya mereka. Ini semacam pilihan untuk wisatawan.

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Info Terkini (kampus), Pojok Diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *