IMMAJ FEB-UH Usung Tema SDGs dalam Seminar Nasional

Penyerahan plakat kepada Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu'mang pada seminar nasional, Kamis (9/2).

Unhas, immajfeuh.org – Ikatan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (IMMAJ FEB-UH) menyelenggarakan seminar nasional pada Kamis lalu, (9/2) di Auditorium Prof. A. Amiruddin Fakultas Kedokteran Unhas.

Mengusung tema “Indonesia dalam Menghadapi Tantangan Sustainable Development Goals (SDGs) 2030”, seminar nasional ini menghadirkan pemangku-pemangku kepentingan terkait diantaranya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang, Ketua Dewan Penasihat Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) Ugan Gandar, Senior Program Officer SDGs International NGO Forum on Indonesian Development (INFID) Hamong Santono, dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unhas Dr. Muhammad Idrus Taba. SE., M.Si.

SDGs merupakan suatu kesepakatan antar negara-negara di dunia untuk memajukan proses pembangunan berkelanjutan. Seperti yang dijelaskan oleh Hamong Santono bahwa SDGs merupakan kebijakan pembangunan yang sifatnya lebih komprehensif, karena hal ini melibatkan seluruh stakeholders dalam suatu negara, sehingga dapat lebih inklusif.

“Selain itu, SDGs juga dapat memperluas sumber pendanaan, karena melibatkan kerjasama dengan pihak swasta,” jelasnya. Di lain pihak, Ugan Gandar selaku perwakilan Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB) menyebutkan ketersediaan energi saat ini sangatlah terbatas, sehingga tantangan SDGs yang harus dilewati salah satunya adalah bagaimana menciptakan renewable energy untuk ketahanan energi di masa akan datang. Dari perspektif ilmu manajemen, Idrus Taba menambahkan bahwa salah satu yang mempengaruhi ketimpangan dalam kebijakan ekonomi, yaitu kekuatan kelompok bisnis dan sektor marjinal (petani, nelayan, buruh, sektor informal, dan lain-lain) yang masih berat sebelah.

Lebih spesifik, Agus Arifin Nu’mang menjelaskan kondisi Sulsel dari segi sosial, ekonomi, dan pendidikan yang saat ini dalam proses pengembangan dan pemerataan, mendorong fungsi strategis Sulsel sebagai tonggak penghubung Indonesia Timur untuk turut andil dalam mewujudkan SDGs 2030.

Seminar nasional ini berlangsung pukul 09.00-13.00 WITA dan sebanyak kurang-lebih 400 peserta hadir, terdiri dari civitas akademika Unhas, juga mahasiswa(i) dari perguruan-perguruan tinggi se-Indonesia. (RAW)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Info Terkini (kampus).