FGD & Konferensi IMSCo 2017 Hasilkan Resolusi dalam Blue Print

Unhas, immajfeuh.org – Di hari dan tempat yang sama dengan kompetisi paper (10/2), peserta mengikuti focus group discussion yang membahas tentang permasalahan-permasalahan pembangunan dan lingkungan di Indonesia saat ini. FGD dilaksanakan secara paralel, dengan pembagian 4 (empat) kasus berbeda sesuai dengan pembagian subtema, yaitu konsumsi dan produksi berkelanjutan, perubahan iklim dan pengurangan risiko bencana, pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem laut, serta pelestarian dan pemanfaatan berkelanjutan ekosistem darat.

Kasus-kasus yang diangkat dalam Indonesia Management Student Conference (IMSCo) 2017 Ikatan Mahasiswa Manajemen FEB-UH ini diantaranya problematika listrik di Indonesia, perubahan iklim, illegal fishing, dan kebakaran hutan. Peserta dipandu oleh seorang moderator dan berdiskusi selama kurang-lebih 2 (dua) jam. FGD ini menghasilkan resolusi dan rekomendasi yang akan dipaparkan pada konferensi nasional keesokan harinya.

Adapun rekomendasi yang diusulkan oleh tiap subtema diantaranya persuasi pemerintah dalam   pembuatan kebijakan mengombinasikan hybrid energy system dan pembangkit listrik tenaga uap batu bara berdasarkan tupoksi atau kebutuhan listrik dari setiap daerah, melaksanakan program peduli lingkungan dengan subsidi ekologi di setiap regional yang berbeda, adanya kebijakan pemerintah yang    bersifat restorasi  untuk mendukung pembangunan berkelanjutan (aturan transportasi pribadi, urban farming, kebakaran hutan, dan lain-lain), pengambilan kebijakan secara bottom-up, pendataan kapal-kapal yang sudah resmi, penetapan harga hasil laut yang minimum untuk menyejahterakan nelayan, pengadaan satelit untuk mendeteksi titik api, dan pembuatan kanal atau sistem penampungan air di dalam hutan.

Rekomendasi-rekomendasi tersebut dibahas secara komprehensif, dari segi efisiensi maupun efektifitas. Kemudian, dalam konferensi nasional (11/2) dilakukan penandatanganan cetak biru hasil rekomendasi oleh tiap ketua tim yang mengikuti IMSCo 2017. Cetak biru ini nantinya akan disampaikan kepada pihak-pihak pemangku kepentingan terkait, baik kepada pemerintah daerah, non-government organization maupun pihak universitas.

Ketua panitia IMSCo 2017 Achmad Fatri berharap keseluruhan kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa dan semua stakeholders terkait untuk bersama-sama melakukan perubahan agar tujuan pembangunan berkelanjutan dapat terlaksana. (RAW)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Info Terkini (kampus).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *