Environmental Management

Oleh : Irawati Ismail

Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, kebutuhan manusia juga semakin berkembang. Hal ini disebabkan oleh keingintahuan manusia yang semakin maju. Oleh karena, itu ilmu pengetahuan pun semakin hari semakin dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

Hal ini menyebabkan manusia bertindak semaunya meskipun sudah ada peraturan-peraturan atau hukum yang disahkan oleh pemerintah dalam pengendalian proses produksi kebutuhan manusia terutama kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Hal ini akan menyebabkan SDA semakin lama semakin berkurang jika tidak ada pengendaliannya dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia. Oleh karena itu, sebagai pemerintah yang bijak harus mengoptimalkan peraturan mengenai lingkungan yang biasa disebut dengan manajemen lingkungan.

Manajemen lingkungan adalah suatu kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam proses-proses bisnis yang ada untuk mengenal, mengukur, mengelola dan mengontrol dampak-dampak lingkungan secara efektif, dan oleh karenanya merupakan risiko-risiko lingkungan. Pada intinya manajemen adalah sekumpulan aktifitas yang disengaja (merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan) yang terkait dengan tujuan tertentu. Lingkungan menurut definisi umum yaitu segala sesuatu disekitar subyek manusia yang terkait dengan  aktifitasnya. Elemen lingkungan adalah hal-hal yang terkait dengan: tanah, udara, air, sumberdaya alam,  flora, fauna, manusia, dan hubungan antar faktor-faktor tersebut. Titik sentral isu lingkungan adalah  manusia. Jadi manajemen lingkungan bisa diartikansekumpulan aktifitas merencanakanmengorganisasikan, dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan cakupannya, terdapat pendapat yang membagi manajemen lingkungan dalam dua macam yaitu:

  1. Lingkungan internal yaitu di dalam lingkungan pabrik / lokasi fasilitas produksi. Yaitu yang termasuk didalamnya kondisi lingkungan kerja, dampak yang diterima oleh karyawan dalam lingkungan kerjanya, fasilitas kesehatan, APD, asuransi pegawai, dll;
  2. lingkungan eksternal yaitu lingkungan di luar lokasi pabrik / fasilitas produksi. Yaitu segala hal yang dapat menimbulkan dampak pada lingkungan disekitarnya, termasuk masyarakat di sekitar lokasi pabrik, dan pihak yang mewakilinya (Pemerintah, pelanggan, investor/pemilik). Aktifitas yang terkait yaitu komunikasi dan hubungan dengan masyarakat, usaha-usaha penanganan pembuangan limbah ke saluran umum, perhatian pada keseimbangan ekologis dan ekosistem di sekitar pabrik, dll.

Seiring dengan perkembangan ilmu manajemen, dikembangkanlah Total Quality Environmental Management (TQEM) yang merupakan pengembangan dari Total Quality Management. Namun dalam hal ini lebih dikhususkan untuk mulai memperhatikan dampak lingkungan dalam penjaminan ataupun pemenuhan mutu. Filosofi dan perangkat TQEM memberikan perusahaan metoda sistematis bagi perbaikan berkelanjutan dalam kinerja lingkungan. Aplikasi TQEM untuk memecahkan masalah kualitas produk dan limbah ditunjukkan dengan contoh perusahaan Flynt Fabrics, di North Carolina, seperti kasusnya dibawah ini. TQEM pertama kali dikemukakan oleh GEMI di tahun 1992 dengan peluncuran buku mengenai penggabungan prinsip TQM yang dikemukaan oleh Dr. Edward Deming, dengan tujuan manajemen lingkungan. GEMI percaya pada penerapan TQEM karena menekankan pada perbaikan terus-menerus dari aktivitas lingkungan perusahaan. (YA)

Share and Enjoy:
  • Print
  • Digg
  • StumbleUpon
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Yahoo! Buzz
  • Twitter
  • Google Bookmarks
Posted in Info Terkini (IMMAJ), Info Terkini (kampus), Pojok Diskusi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *