LEMA FEB-UH Bahas Isu SDGs dari Perspektif Ekonomi dan Bisnis

Unhas, immajfeuh.org – Ikatan Mahasiswa Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Hasanuddin (IMMAJ FEB-UH) menggelar focus group discussion (FGD) pada Jumat lalu (10/3). Bertujuan untuk menindaklanjuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan lembaga kemahasiswaan (LEMA FEB-UH) sebelumnya, FGD ini kembali mengangkat isu lingkungan sebagai tema utama, yaitu “Perspective of Economics and Business to Support SDGs 2030”.

Sebelum memulai FGD, ketua masing-masing himpunan memaparkan gambaran umum subtema. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HIMAJIE) Dwiki Argawinata menjelaskan tentang Green Economics, Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Akuntansi (IMA) Juliana Ham membahas tentang Green Accounting, dan Green Management dibahas oleh Irawati selaku Chief Executive Officer Ikatan Mahasiswa Manajemen (IMMAJ). Peserta yang hadir di Aula FIS B FEB-UH merupakan perwakilan lingkup keluarga mahasiswa (KEMA FEB-UH).

Perspektif ilmu ekonomi menyebutkan bahwa isu lingkungan kini dapat diterapkan pada teori Gross Domestic Product (GDP) yaitu Green GDP yang merupakan hasil dari pengurangan GDP dengan biaya-biaya penanggulangan kerusakan lingkungan. Sedangkan manajemen memandang bahwa paradigma bisnis yang dulunya fokus pada keuntungan kini sudah bergeser ke faktor-faktor eksternal termasuk lingkungan. Green Acconting juga menyebutkan bahwa fokus akuntansi yang awalnya single bottom line atau fokus hanya pada finansial (profit), kini menjadi triple bottom line atau fokus pada tiga hal yaitu profit, people, dan planet.

Setelah diskusi selama kurang lebih dua jam, akhirnya peserta menyetujui beberapa kesepakatan sebagai hasil resolusi, salah satunya yaitu memberikan pendidikan dan pelatihan terkait isu lingkungan sejak usia dini.

Peserta juga sepakat untuk mengadakan forum-forum lain agar resolusi yang sudah disepakati dapat terus ditindaklanjuti. (RAW)

Incoming search terms:

  • immajfeuh org

Implementation of Six Sigma in Service Industry

Oleh : Farhanah Ramdhani Sumardi

Dunia industri yang semakin pesat berubah, telah memunculkan konsekuensi secara langsung pada peningkatan persaingan antar perusahaan. Sementara masyarakat konsumen mulai beralih menjadi masyarakat yang semakin kritis sehingga menimbulkan semakin tingginya tuntutan untuk mendapatkan produk atau jasa yang berkualitas.

Schnaars (1991) menyatakan, bahwa pada dasarnya tujuan dari sebuah bisnis adalah menciptakan para pelanggan yang puas. Komitmen akan kualitas jasa yang berorientasi pada pelanggan merupakan salah satu faktor utama dalam menunjang keberhasilan suatu bisnis, terutama pada industri jasa. Hal ini disebabkan kualitas jasa sangat tergantung dari siapa dan bagaimana jasa tersebut diberikan. Karena keberhasilan dari suatu industri jasa sangat tergantung dari penilaian konsumen, maka merupakan hal yang sangat penting untuk memperhatikan kepuasan dari konsumen.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengendalikan kualitas serta untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa adalah Six Sigma. Six Sigma adalah suatu alat manajemen yang terfokus terhadap pengendalian kualitas dengan mendalami sistem produksi perusahaan secara keseluruhan. Memiliki tujuan untuk, menghilangkan cacat produksi, memangkas waktu pembuatan produk, dan mehilangkan biaya. Six sigma juga disebut sistem komprehensivemaksudnya adalah strategi, disiplin ilmu, dan alat untuk mencapai dan mendukung efektifitas bisnis. Six Sigma disebut sebagai strategi karena terfokus pada peningkatan kepuasan pelanggan, disebut disiplin ilmu karena mengikuti model formal,yaitu DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) dan alat karena digunakan bersamaan dengan yang lainnya, seperti Diagram Pareto (Pareto Chart) dan histogram. Kesuksesan peningkatan kualitas dan kinerja bisnis, tergantung dari kemampuan untuk mengidentifikasi dan memecahkan masalah. Kemampuan ini adalah hal fundamental dalam filosofi six sigma.

Carl Frederick Gauss (1777-1885) adalah orang yang pertama kali memperkenalkan konsep kurva normal dalam bidang statistik. Konsep ini kemudian dikembangkan oleh Walter Shewhart pada tahun 1920 yang menjelaskan bahwa 3 sigma dari nilai rata-rata (mean) mengindikasikan perlunya perbaikan dalam sebuah proses.

Pada akhir tahun 1970, Dr. Mikel Harry, seorang insinyur senior pada Motorola’s Government Electronics Group (GEG) memulai percobaan untuk melakukan problem solving dengan menggunakan analisa statistik. Dengan menggunakan cara tersebut, GEG mulai menunjukkan peningkatan yang dramatis: produk didesain dan diproduksi lebih cepat dengan biaya yang lebih murah. Metode tersebut kemudian ia tuliskan dalam sebuah makalah berjudulThe Strategic Vision for Accelerating Six Sigma Within Motorola Dr. Mikel Harry kemudian dibantu oleh Richard Schroeder, mantan exekutive Motorola, menyusun suatu konsep perubahan manajemen (change management) yang didasarkan pada data. Hasil dari kerja sama tersebut adalah sebuah alat pengukuran kualitas yang sederhana dan kemudian menjadi filosofi kemajuan bisnis, yang dikenal dengan nama Six Sigma.

Banyak usaha telah dirumuskan para pakar manajemen kualitas untuk mendefinisikan kualitas jasa atau pelayanan, agar supaya dapat didesain, dikendalikan, dan dikelola sebagaimana halnya dengan kualitas barang. Secara konseptual Lean Six Sigma dapat diterapkan baik pada barang maupun jasa, karena yang ditekankan dalam penerapan Lean Six Sigma adalah perbaikan sistem kualitas melalui menghilangkan setiap pemborosan (waste) yang ada dalam proses agar meningkatkan nilai tambah dan memberikan kepuasan kepada pelanggan. Dengan demikian yang perlu diperhatikan dalam pengembangan sistem kualitas dalam proses peningkatan pelayanan adalah pada pengembangan sistem kualitas yang terdiri dari: desain dan perencanaan sistem kualitas, pengendalian sistem kualitas, dan peningkatan sistem kualitas. (YA)

Environmental Management

Oleh : Irawati Ismail

Seiring dengan perkembangan zaman saat ini, kebutuhan manusia juga semakin berkembang. Hal ini disebabkan oleh keingintahuan manusia yang semakin maju. Oleh karena, itu ilmu pengetahuan pun semakin hari semakin dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan manusia itu sendiri.

Hal ini menyebabkan manusia bertindak semaunya meskipun sudah ada peraturan-peraturan atau hukum yang disahkan oleh pemerintah dalam pengendalian proses produksi kebutuhan manusia terutama kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Hal ini akan menyebabkan SDA semakin lama semakin berkurang jika tidak ada pengendaliannya dalam proses pemenuhan kebutuhan manusia. Oleh karena itu, sebagai pemerintah yang bijak harus mengoptimalkan peraturan mengenai lingkungan yang biasa disebut dengan manajemen lingkungan.

Manajemen lingkungan adalah suatu kerangka kerja yang dapat diintegrasikan ke dalam proses-proses bisnis yang ada untuk mengenal, mengukur, mengelola dan mengontrol dampak-dampak lingkungan secara efektif, dan oleh karenanya merupakan risiko-risiko lingkungan. Pada intinya manajemen adalah sekumpulan aktifitas yang disengaja (merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan) yang terkait dengan tujuan tertentu. Lingkungan menurut definisi umum yaitu segala sesuatu disekitar subyek manusia yang terkait dengan  aktifitasnya. Elemen lingkungan adalah hal-hal yang terkait dengan: tanah, udara, air, sumberdaya alam,  flora, fauna, manusia, dan hubungan antar faktor-faktor tersebut. Titik sentral isu lingkungan adalah  manusia. Jadi manajemen lingkungan bisa diartikansekumpulan aktifitas merencanakanmengorganisasikan, dan menggerakkan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk mencapai tujuan kebijakan lingkungan yang telah ditetapkan.

Berdasarkan cakupannya, terdapat pendapat yang membagi manajemen lingkungan dalam dua macam yaitu:

  1. Lingkungan internal yaitu di dalam lingkungan pabrik / lokasi fasilitas produksi. Yaitu yang termasuk didalamnya kondisi lingkungan kerja, dampak yang diterima oleh karyawan dalam lingkungan kerjanya, fasilitas kesehatan, APD, asuransi pegawai, dll;
  2. lingkungan eksternal yaitu lingkungan di luar lokasi pabrik / fasilitas produksi. Yaitu segala hal yang dapat menimbulkan dampak pada lingkungan disekitarnya, termasuk masyarakat di sekitar lokasi pabrik, dan pihak yang mewakilinya (Pemerintah, pelanggan, investor/pemilik). Aktifitas yang terkait yaitu komunikasi dan hubungan dengan masyarakat, usaha-usaha penanganan pembuangan limbah ke saluran umum, perhatian pada keseimbangan ekologis dan ekosistem di sekitar pabrik, dll.

Seiring dengan perkembangan ilmu manajemen, dikembangkanlah Total Quality Environmental Management (TQEM) yang merupakan pengembangan dari Total Quality Management. Namun dalam hal ini lebih dikhususkan untuk mulai memperhatikan dampak lingkungan dalam penjaminan ataupun pemenuhan mutu. Filosofi dan perangkat TQEM memberikan perusahaan metoda sistematis bagi perbaikan berkelanjutan dalam kinerja lingkungan. Aplikasi TQEM untuk memecahkan masalah kualitas produk dan limbah ditunjukkan dengan contoh perusahaan Flynt Fabrics, di North Carolina, seperti kasusnya dibawah ini. TQEM pertama kali dikemukakan oleh GEMI di tahun 1992 dengan peluncuran buku mengenai penggabungan prinsip TQM yang dikemukaan oleh Dr. Edward Deming, dengan tujuan manajemen lingkungan. GEMI percaya pada penerapan TQEM karena menekankan pada perbaikan terus-menerus dari aktivitas lingkungan perusahaan. (YA)

Customer Perpetuation as Main Variable for Corporate Strategy in Banking Industry

Oleh :Dian Anggraece Sigit Parawansa

Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia namun total pasar bank syariah hanya sekitar 5%. Hal ini berbeda jauh dengan perkembangan pangsa pasar bank syariah di negara-negara muslim bahkan di negara Eropa seperti di Inggris. Mengapa demikian?

Customer relationship marketing atau konsep pemasaran relasional merupakan suatu cara pemasaran yang menjaga pelanggan agar tetap loyal pada perusahaan. Hal ini dianggap sebagai cara yang jauh lebih murah dari pada menarik pelanggan baru. Pelanggan yang loyal merupakan aset yang sangat berharga bagi perusahaan sebab pelanggan yang loyal selau memberikan citra yang baik bagi perusahaan dengan promosi lewat mulut ke mulut (berdasarkan pengalaman).

Pelanggan yang loyal tercipta jika pelanggan tersebut puas akan produk atau jasa yang diberikan, produk dan jasa ini harus memiliki kualitas yang baik sehingga terjadi trust (kepercayaan) yang menghasilkan kepuasan pelanggan yang kemudian menciptakan pelanggan yang loyal. Pelanggan loyal akan datang untuk menikmati ulang barang dan jasa yang ditawarkan sekaligus dapat menambah jumlah pelanggan baru. Kualitas layanan diukur dengan menggunakan lima dimensi yang mana dimensi itu dibagi menjadi dua (2) yaitu dimensi terlihat (fisik, peralatan, fasilitas kantor, peralatan komunikasi) dan dimensi tidak terlihat (keandalan, respon, empati, dan jaminan).

Keandalan merujuk pada kinerja yang dapat dijanjikan dan dapat dipercaya. Respon merujuk pada kecepatan pelayanan dan penyediaan barang yang sesuai dengan keinginan konsumen empati merujuk pada cara memahami apa yang diinginkan pelanggan jaminan yang merujuk pada semua terjamin mulai dari produk, maupun para pekerjanya. Berdasarkan kajian teori ini maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
– Pelanggan yang loyal syariah merupakan hasil dari kualitas pelayanan bank kepada pelanggannya. Perusahaan maupun bank syariah dapat menggunakan kepercayaan (trust) dan kepuasan untuk menghasilkan pelanggan yang loyal.
– Bank Islam atau bank syariah harus selalu memperbaiki kualitas pelayanan dan member perhatian pada kontak personal dan lperhatian lebih pada aspek emosional pelanggan. Kualitas layanan yang lebih baik akan menghasilkan kepercayaan pelanggan, kepuasan, dan komitmen untuk menggunakan bank syariah dan membuat pelanggan lebih loyal kepada bank syariah. (YA/RAW)

Nairu di Indonesia : Suatu Evaluasi Alternatif Kinerja Makroekonomi

Oleh : Amanus Khalifah Fil’Ardy Yunus

NAIRU merupakan perdebatan antara Neo Keynesian dengan aliran monetaris, Keynesian lebih berfokus pada bagaimana mengurangi pengangguran dengan penambahan kebijakan pemerintah yang menggerakkan agregat demand, sedangkan monetaris bertentangan dengan Keynesian yang di mana beranggapan bahwa jika pemerintah menambah agregat demand, tentunya tidak akan efektif karena meskipun penambahan agregat demand menambah output tetapi akan terjadi inflasi. Di satu sisi pengangguran turun karena adanya penambahan output tetapi di sisi lain akan terjadi inflasi, sehingga di sinilah peran NAIRU di mana dia mencoba untuk mengakomodir kedua permasalahan ini dengan cara mengorbankan salah satu variabel tersebut. NAIRU adalah singkatan dari Non-Accelarating Inflation Rate of unemployement artinya tingkat pengangguran yang menstabilkan inflasi, dalam artian stabil dimana tidak ada perubahan atau tingkat inflasi pada tahun sekarang dengan tahun dengan tahun yang akan daatang sama dengan nol. Pengagguran dan inflasi memiliki hubungan yang negatif atau dalam hal ini saling tarik menarik artinya jika pengangguran turun maka akan terjadi inflasi begitupun sebaliknya.

Dari penjelasan di atas dapat kita tarik kesimpulan bahwa semua variabel yang berhubungan negatif membutuhkan toleransi karena ketika variabel yang satu dinaikkan maka variabel yang satu akan turun. Sebagai contoh pertumbuhan ekonomi dengan pengangguran bisa kita buatkan toleransi menjadi “tingkat pengangguran yang membuat pertumbuhan ekonomi stabil” hal itu berhubungan negatif ketika pertumbuhan ekonomi naik maka pengangguran turun.

Dalam diskusi ini juga menjelaskan bagaimana teknik penulisan yang baik, yaitu sebagai barikut :
– Dalam menulis sebuah karya ilmiah yang harus dipertimbangkan adalah “kerangka berfikir” karena apapun unsur dalam penulisan karya ilmiah kuncinya ada pada kerangka berfikir. Pendahuluan, tinjauan kajian literatur semua disusun berdasarkan kerangka berfikir. Kajian literatur yang bagus ketika dia mengacu kepada kerangka berfikir. Banyak yang beranggapan bahwa karena pendahuluan merupakan hal yang pertama muncul dalam suatu penelitian sehingga pendahuluanlah yang terlebih dahulu disusun padahal seharusnya kerangka berfikirlah yang terlebih dahulu diperhatikan.
– Regresi adalah analisis tersulit dalam statistik tapi untuk orang ekonomi regresi model termudah digunakan. Jadi jika kita memutuskan untuk mengambil model regresi berarti kita sudah mengambil analisis tertinggi di statistik dan termudah di ekonomi dan tentunya kan banyak manfaat yang didapatkan.
– Dalam menulis karya ilmiah kita harus kreatif di dua bidang yaitu teknis dan keilmuan. Contoh yaitu variable dependen lebih dari satu, banyak analisis yang dicantumkan baik langsung maupun tidak langsung dan sebagainya.
– Dalam pembuatan literatur atau penelitian tidak perlu dicantumkan definisi kecuali definisi tersebut adalah definisi yang masih diperdebatkan. Seperti halnya penelitian penelitian tentang inflasi, tingkat pertumbuhan ekonomi dan masalah-masalah umum lainnya. Begitupun dalam pembuatan sub bab harus di perhatikan seperti pembuatan judul yang lebih kreatif dan menarik. Tentunya hal ini dapat diperoleh apabila kerangka berfikir seseorang baik. (YA/RAW)

The Impact of Social and Environmental Information on Manager’s Decisions Experimental Evidence from Indonesia


Oleh : Afdal. SE. M.Sc. Ak. CA

Seorang manajer ketika dihadapkan dalam pengambilan keputusan seperti dalam pengambilan keputusan akan menerima proyek ataupun tidak, mereka akan mempertimbangkan banyak faktor dalam pengambilan keputusannya, tidak hanya membutuhkan informasi tentang ekonomi saja melainkan membutuhkan pula informasi tentang sosial dan lingkungan. Hal inilah yang menjadi latar belakang dalam penelitian yang dilakukan oleh Bapak Afdal. SE. M.Sc. Ak. CA yang diselesaikan dalam bentuk tesis yang dijadikan artikel kemudian dipresentasikan di konferensi internasional.

Sebuah hipotesis dirumuskan untuk menjawab pertanyaan “Apakah seorang manajer akan mempertimbangkan informasi sosial dan lingkungan untuk mengambil sebuah keputusan?” adalah bahwa seorang manajer ketika dihadapkan dengan informasi ekonomi dalam keadaan baik namun keadaan sosial dan ekonomi memburuk, maka manajer tersebut akan menolak sebuah proyek dalam pengambilan keputusan. Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka dilakukan penelitian dengan metode eksperimen dengan sampel dari mahasiswa Universitas Gajah Mada yang dikelompokkan secara acak dan disuguhkan instrumen penelitian untuk yang dimana peserta diminta untuk bertindak sebagai seorang manajer untuk mengambil keputusan.

Dalam hasil penelitian tersebut terdapat beberapa kelompok manajer dalam hal pengambilan keputusan yaitu;
Kelompok A : Manajer hanya diberikan informasi ekonomi dalam keadaan baik
Kelompok B : Manajer diberikan informasi ekonomi dalam keadaan baik, namun informasi sosial dan lingkungan dalam keadaan buruk
Kelompok C : Manajer diberikan hanya informasi ekonomi dalam keadaan buruk
Kelompok D : Manajer diberikan informasi ekonomi dalam keadaan buruk, namun informasi sosial dan lingkungan dalam keadaan baik.

Dari kelompok-kelompok tersebut diuji dengan menggunakan analisis varians dengan hasil bahwa “Manajer dalam pengambilan keputusan akan mempertimbangkan informasi sosial dan lingkungan”. Hal ini menjelaskan bahwa hipotesis yang telah dijelaskan sebelumnya terbukti. Sehingga mengimplikasikan bahwa seorang akuntan seharusnya menyediakan informasi sosial dan lingkungan dalam pengambilan keputusan untuk seorang manajer untuk memperhatikan dampak sosial dan lungkungan terhadap keputusan seorang manajer. (YA/RAW)

Makassar Halal Tourism Center “A Moslem Friendly Tourism Destination”

kajian-literasi-eka

Oleh : Eka Kaharuddin

Makassar Halal Tourism Center, kita ingin membuka lokasi atau tempat pelayanan dimana lokasi tersebut menjadi pusat pelayanan informasi untuk traveller yang masuk ke kota Makassar untuk mencari makanan-makanan yang sudah terjamin halal, mencari hotel-hotel yang sudah berstandar internasional dengan konsep syariah bisa langsung ke tempat tersebut. Karena Makassar ini susah sekali karena antara satu tempat wisata yang lain tersebar dimana mana, misalnya wisata hotel tidak berdekatan dengan wisata belanja atau dekat dengan wisata kuliner makanya kita berinisiatif hanya ada satu lokasi informasi Makassar Halal Tourism Center, untuk mewujudkan hal ini ada dua hal yang perlu dipertimbangkan, yang pertama kerja sama dari quadriple helix, yang kedua adalah strategi pengembangan yang kita gunakan makanya salah satu strategi pengembangan yang kita gunakan yaitu memunculkan Halal Tourism Center dikota Makassar ini. Mengapa kita perlu bekerja sama dengan quadriple helix dalam hal pengembangan wisata halal dikota Makassar karena ini akan mempermudah kerja-kerjanya kita, jadi kuardrivel halik terbagi beberapa orang, yang pertama itu pemerintah, kemudian pebisnis dalam hal ini orang-orang yang mengelola perhotelan dan mempunyai UMKM, yang ketiga yaitu akademisi yang keempat adalah masyarakat. Yang pertama itu pemerintah, karena pemerintah sebenarnya punya program apalagi baru-baru ini khususnya dikota Makassar sangat digencarkan pengembangan wisata halal makanya sebelumnya kita harus menemui pemerintah untuk mengetahui apa-apa saja program kerja yang berkaitan dengan halal tourism. Selanjutnya kenapa pebisnis atau UMKM perlu diikut sertakan dalam pengembangan halal tourism karena mereka ini yang akan melihat bagaimana pangsa pasar kota dimakassar ini khusunya halal tourism karena mereka yang akan berinterksi langsung dengan orang-orang seperti halnya wisatawan yang datang ke kota Makassar. Yang ketiga mengapa akademisi juga diikut sertakan dalam halal tourism ini karena mereka ini menjadi evaluator dari kegiatan-kegiatan yang sudah dilaksanakan pemerintah. Jadi misalnya pemerintah membuat suatu program lalu akademisi yang memberikan evaluasi apakah program tersebut sudah cocok digunakan atau tidak atau apa kekurangan dan kelebihan dari program tersebut. Yang terakhir adalah masyarakat yang sangat perlu karena perannya sebagai objek sekaligus subjek dalam pengembangan halal tourism karena mereka yang akan merasakan manfaatnya.

Dari hasil kerja sama dengan quadriple helix , ada beberapa hal yang harus dipenuhi atau menjadi salah satu syarat sebuah kota dikatakan sebagai destinasi pariwisata yang halal atau ramah terhadap wisatawan muslim, yang pertama itu akomodasi dan transportasinya, selain hotel, wisata kuliner kemudian akomodasi ini ternyata transportasi juga harus diubah menjadi sesuatu yang ramah terhadap wisatawan muslim, misalnya di bus-bus ada tertempel jadwal shalat, yang artinya tempat-tempat yang ada nantinya dikota Makassar ini harus strategis dalam hal akomodasi dan transportasi, kemudian tempat ibadah yang terwadahi. Intinya yang harus diubah dalam mindset nya kita bahwa halal tourism ini bukan hanya untuk wisatawan muslim saja. Adanya penelitian ini mewujudkan suatu destinasi pariwisata syariah yang lebih memberikan wadah atau lebih ramah kepada wisatawan muslim jadi mereka lebih nyaman datang ke kota kita. Setelah melihat kondisi dikota Makassar ini ternyata ada beberapa SWOT yang dihasilkan. Yang pertama kelebihannya bahwa tepat sekali bila kota Makassar ditunjuk sebagai salah satu daerah pengembangan tempat wisata syariah karena jumlah umat muslim di Makassar sangat besar dan jumlah penganut agama yang paling besar diantara agama-agama yang lain. Yang kedua terdapat beberapa tempat wisata yang potensial misalnya pantai losari dan masih banyak lagi, selain itu tempat peribadatan mudah dijangkau, terdapat beberapa hotel yang sudah berstandar dan masuk nominasi dalam halal tourism. Dibalik kelebihan-kelebihan yang ada ternyata ada kelemahan yaitu belum adanya lokasi yang dijadikan pusat halal tourism, karena tatanan kota Makassar bisa dibilang kurang rapi jadi susah untuk membuka lokasi yang ada hotel, ada tempat wisata, tempat makan dan sebagainya. Selain kelemahan itu ada peluang yang besar dalam hal pengembangan halal tourism yaitu adanya penunjukkan yag memberikan kesempatan yang besar bagi kota Makassar karena dalam hal ini pemerintah kota makassar dan kemenparekraf mendukung penuh pengembangan halal tourism. Selanjutnya tantangan yang paling terbesar dalam halal tourism ini karena masih kurangnya pengetahuan masyarakat dalam hal halal tourism ini. Halal tourism ini harusnya dijadikan halal life style bagi kita umat muslim karena bagian dari halal life adalah halal tourism.

Metode penelitian dibagi menjadi tahapan penelitian yang dilakukan dengan tahap wawancara kepada pemerintah, pebisnis, akademisi dan masyarakat setelah melakukan wawancara langsung terhadap keempat pihak tersebut kemudian membagikan kuisioner kepada masyarakat pada umumnya tetapi tidak dibagikan kepada pemerintah, pebisnis maupun akademisi melainkan hanya masyarakat karena hanya untuk melihat respon masyarakat terhadap perkembangan halal tourism di kota Makassar. Pengembangan halal tourism sangat perlu dilakukan untu menarik wisatawan muslim dan non muslin baik itu dari luar ataupun dari dalam negeri. Tujuan terakhir dari pengembangan halal tourism ini tidak lain daripada untuk memberikan kontribusi yang besar atau share yang besar terhadap sector pariwisata ke pertumbuhan ekonomi Sulawesi selatan pada khususnya dan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada umumnya.

Pertanyaan :
Ongky
Apakah konsep halal tourism ini hanya merujuk kepada perhotelan saja? Bagaimana dengan pendatang baru atau wisata asing yang datang ke Makassar dengan membawa budayanya tapi tidak bermaksud untuk mengganggu kenyamanan wisatawan muslim yang lain, seperti contohnya wisatawan asing yang datang berjemur dipantai dan menggunakan bikini. Bagaimana menyatukan hal tersebut ?
Jawab :
Sebenarnya bukan dikhususkan pada bidang perhotelannya saja tetapi itu hanya salah satu contoh konsep wisata yang halal jadi baik itu wisata alamnya, wisata buatannya, wisata belanja itu kemudian dikonsep menjadi sesuatu yang halal atau wisata yang berkonsep syariah misalnya wisata buatan seperti waterpark biasanya yang kita lihat antara perempuan dan laki-laki berbaur, biasanya kita yang perempuan misalnya yang berjilbab dan misalkan orang sudah banyak dan berdempet-dempetan kadang kita merasa risih, untuk konsep wisata yang halal ada pemisahan, khusus untuk laki-laki dan khusus untuk perempuan kecuali orang-orang yang sudah punya ikatan. Itu makanya diperlukan halal tourism ini karena belum tentu tujuan yang mereka tuju belum tentu budaya yang ada dimereka itu sama dengan budaya kita, makanya perlu adanya pembatasan, pembatasan itu kemudian pengembangan halal tourism ini Itu tidak sesuai dengan budaya Indonesia khususnya Makassar.

Nana
Dalam sistem pengumpulan datanya tadi menggunakan sistem wawancara. Apakah yang diwawancarai hanya muslim ataukah diluar muslim juga? Bagaimana dengan pola promosi sesuatu atau produk mengatas namakan atau kita mempromosikan produk dengan mengobral atau menjual “Halal”, seperti pada kasus Zoya ?
Jawab :
Wawancara yang dilakukan secara random, baik itu wawancara secara langsungnya maupun wawancara dengan membagikan kuisioner secara random, jadi tidak harus islam atau tidak. Karena memang ini untuk memberikan kenyaman kepada wisatawan muslim tapi di satu sisi halal tourism ini tidak ditutup yang nonmuslim. Yang demikian itu hanya merupakan strategi marketing nya saja, dia hanya ingin menonjolkan bahwa pakaian ini bisa dan layak kita pakai. Itu merupaka salah satu dari halal life style, sama halnya produk kosmetik Wardah, ada beberapa produk kosmetik yang sebenarnya halal contohnya Mustika Ratu, Wardah dan MarthaTilaar tapi karena Wardah yang strategi pemasarannya kreatif seperti pengiklanannya yang menampilkan bintang iklan yang cantik& putih jadi orang lebih tertarik menggunakan produknya.

Ongki
Apakah ini akan menjadi institusi? Bagaimana konsep pengawasan halal tourism ini? Institusi atau badan apa sebagai penanggung jawab?
Jawab :
Kalau misalnya ini terwujud yang akan membawahi itu adalah Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, konsep pengawasannya mungkin seperti PNS dari Kemenparekraf ditugaskan untuk mengelolah itu.

Waode Nanny
Apakah ada usaha menjelaskan ke wisatawan asing mengenai halal tourism ini ?
Jawab :
Sebenarnya ini bisa dikatakan dalam bentuk masukan, bagus untuk diadakan supaya mereka paham bahwa bagaimana konsep kita menghadirkan halal tourism untuk memberikan kenyamanan terhadap wisatawan muslim, bagaimana halal life style.

Ali
Apakah dengan adanya halal tourism, membatasi wisatawan khususnya wisatawan asing untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada, khususnya dimakassar ? Dari yang boleh menjadi tidak boleh.
Jawab :
Berdasarkan pernyataan Kemenparekraf mereka tidak membatasi karena kenapa pengembangan wisata halal ini dilakukan di Indonesia untuk menarik wisata muslim maupun non muslin ke Indonesia. Sebenarnya mereka bisa menikmati itu tapi sesuai dengan prosedur yang ada, bukan bahwa mereka dilarang untuk berpartisipasi dalam hal ini cuman ada batasan dan itu kemudian mungin tidak sesuai keinginannya mereka. Ini semacam pilihan untuk wisatawan.

Cultural Values, Corruption Level and Earnings Management of Southeast Asia Countries

img20161012160431

Oleh : A. Manggala Putra (ALumni FEB-UH)

The agency cost adalah konsep ekonomi mengenai biaya pemilik (principal) baik organisasi, perseorangan atau sekelompok orang, ketika pemilik menyewa seorang agen untuk bertindak atas namanya. Cost structure adalah susunan kepemimpinan di perusahaan seperi CEO, CFO,atau komisaris,dan struktur-struktur pengawasan yang berkaitan langsung dengan pemilik saham. Earnings quality adalah kualitas pendapatan perusahaan atau capital market atau merupakan indikator terpenting untuk diketahui oleh investor. Namun bukan berarti indikator perusahaan yang baik dan harus dipilih oleh para investor dilihat dari kuantitas labanya tetapi dilihat dari segi kualitas labanya. Maka dari itu perlu adanya pembelajaran mengenai efek manajemen perusahaan terhadap manipulasi laba.

Jensen dan meckling memprediksikan bahwa investor akan mengeluarkan biaya untuk bagaimana pihak manajemen serta pemangku kepentingan terutama shareholder berjalan beringan. Namun biasanya banyak dari pihak manajemen yang membodohi para shareholder dengan cara memanipulasi laba demi kepentingan pribadinya. Kadang pihak manajemen dan pemangku kepentingan ini tidak beriringan. Namun selain dalam hal keuangan ternyanya ada faktor lain seperti budaya, tingkat korupsi yang juga mempengaruhinya. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa tingkat korupsi dan budaya berkaitan dengan agency cost. Bagaimana suatu perbedaan antara tingkat budaya dengan korupsi dalam hal ini di negara ASEAN bisa mempengaruhi manajemen laba?. Hal ini dikarena dinegara-negara ASEAN sangat bebeda dengan Negara-negara barat lainnya seperti dalam hal budaya maupun tingkat korupsinya. Sebagai contoh dinegara Inggrris dan Amerika dimana tingkat Individualisme di Negara tersebut sangat tinggi.
Menurut para ahli sebelumnya bahwa ternyata ada significant interelationship adanya hubungan antara korupsi dengan legal ineffectiveness atau bisa dibilang ada mekanisme hukum tapi tidak berjalan dengan baik. Sebagai contoh, terdapat perusahaan yang menyogok pemerintah, sehingga pemerintah tersebut melemahkan hukum lewat pelonggaran undang-undang. Hal ini menunjukkan bahwa korupsi yang mendatangkan legal ineffectiveness, tapi karena dengan adanya legal ineffectiveness korupsi tersebut makin menjadi-jadi. Adanya hubungan antara korupsi dan legal ineffectiveness tentunya akan menambah agency cost karena pihak manajemen memiliki kesempatan yang semakin besar untuk memanipulasi laba.

Selanjutnya berbicara tentang budaya, ahli sebelumnya mengembangkan ada beberapa indikator budaya seperti power distance yaitu jarak antara manajer dengan shareholders. Seperti yang terjadi di Indonesia dimana kebanyakan dari para manajer seolah-oleh sangat tunduk dengan shareholders hal ini berbeda dengan negara-negara barat dimana di negara-negara tersebut antara manajer dengan shareholders atau atasan dengan bawahan derajatnya sama. Yang kedua yaitu high individualism yaitu bagaimana mereka hanya mementingkan dirinya sendiri dan keluarga terdekat. Jika dilihat di negara-negara ASEAN perilaku individualism kurang tapi lebih kepada collectivism (kebersamaan). Uncertainty avoidence menghindari kejadian-kejadian yang tidak pasti. Seperti di negara-negara barat yang sangat tidak mentolerir adanya keterlambatan, berada di negara-negara ASEAN yang keterlambatan itu adalah hal yang biasa. Terakhir adalah longterm orientation. Jika di negara-negara ASEAN peningkatan profit yang signifikan bukan menjadi faktor utama tapi melihat bagaimana perusahaan bisa mengalami peningkatan secara berkelanjutan. Berbeda dengan negara-negara barat dimana peningkatan profit perusahaan sangat diperhatikan.


Pertanyaan dan pendapat :

Apakah manajemen laba disukai oleh para investor?

Jul :
Tidak, kerena investor maunya memperoleh invormasi yang dapat diandalkan yaitu seseuai dengan apa adanya bagaiama kinerja perusahaan secara nyata sedangkan manajemen laba tidak seseuai dengan kinerja perusahaan yang sebenarnya karena banyaknya manipulasi.

A. Manggala :
Manajemen laba disukai oleh para investor karena ketika manajemen melakukan manajemen laba bisa saja labanya akan membesar maka proyeksi keuntungan investor meningkat sehingga shareprice makin besar dan ketika share pricenya membesar maka tingkat kekayaannya ikut membesar. Meskipun share holder tahu bahwa adanya manipulasi laba didalmnya tetapi mereka membiarkan hal tersebut terjadi. Atau mamanipulasi laba dengan cara menurunkan laba agar pajak yang dibayar juga ikut turun sehingga
hal tersebut diinginkan oleh investor. (YA/RAW)

Incoming search terms:

  • corruption level values

Tunas Tua dan Tunas Muda Menaklukkan MEA

Oleh : Zaenab (Manajemen 2013)

Indonesia merupakan salah satu negara yang mempunyai sumber daya alam yang sangat banyak. Maka dari itu, kebutuhan akan kualitas dan kompetensi sumberdaya manusia di Indonesia harus diasah dengan baik, karena melihat begitu banyak potensi alam yang belum termanfaatkan dengan baik di Negara kita ini. Salah satu pilar perekonomian Negara adalah swasta dalam hal ini adalah bisnis akan sangat mendorong dan membantu stabilitas ekonomi apalagi di era seperti sekarang ini di mana kita telah tergabung dalam MEA (Masyarakat Ekonomi Asean) sehingga tentunya akan menjadi tantangan bagi negara kita khususnya kaum-kaum muda untuk terus meningkatkan prouktivitasnya dan menciptakan atau mengasah kreaivitas dan inovasi untuk menghasilkan produk sehingga mampu bersaing dengan Negara-negara ASEAN lainnya. Salah satu tanaman di Indonesia yang memiliki potensi besar untuk bisa dikembangkan dan menaklukkan MEA adalah tanaman Bamboo yang dalam hal ini merupakan tema dari penulisan ini yaitu “Tunas Tua dan Tunas Muda”. Tanaman ini merupakan tanaman yang sangat potesial untuk dimanfaatkan menjadi komoditi ekonomi. Dan apabila ide ini dikembangkan dengan baik tentunya akan memberikan sumbangsi bagi pertumbuhan ekonomi karena dapat menjadi sektor industry yang produktif dan memiliki competitive adventage untuk diperdagangkan, serta bisa menambah lapangan kerja yang akan mengurangi tingkat pengangguran di Negara kita. Tanaman bamboo dikatakan dapat memberikan sumbangsi karena tanaman bamboo inii tersebar dan tumbuh besar di Indonesia Khususnya di pulau Jawa, serta mengalami pertumbuhan yang sangat pesat dan tidak seperti tamanan lainnya yang memiliki perawatan khusus dalam pertumbuhannya. Tanaman bamboo ini bisa dijadikan sebagai bahan pokok dalam pembuatan meja, kursi, dipan dan perabot rumah lainnya. Tamanan ini diharapkan bisa dijadikan sebagai pengganti kayu agar bisa mengurangi kerusakan hutan akibat penebangan secara liar, apalagi melihat tumbuhan kayu yang pertumbuhannya sangat lama dan akan habis jika terus ditebang oleh pihak-pihak yang tidak tidak bertanggungjawab. Sedangkankan bamboo dimana kita bisa lihat bahwa dia memiliki pertumbuhan yang sangat pesat dan jika bisa dijadikan sebagai pengganti kayu maka akan meminimalisir terjadinya kerusakan hutan di Negara kita. Adapun strategi yang bisa digunakan untuk mengoptimalkan produksi bamboo yaitu dengan cara meningkatkan produktivitas petani bamboo, pengoptimalan kualitas komoditi yang dihasilkan dari tanaman bamboo serta pengimplementasian strategi pemasaran. Jika semua strategi ini diterapkan tentunya tanaman bamboo ini bisa diandalkan untuk meningkatkan perekonomian di
Indonesia dan tentunya bisa menaklukkan dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Pertanyaan :
ALIF
Bagaimana perbandingan antara potensi Indonesia dalam pengelolaan bamboo dengan Negara ASEAN lainnya?
Di mana letak keunggulan bamboo sehingga bisa dijadikan sebagai potensi dalam persaingan di MEA?
Jawab: Di Indonesia potensi bamboo untuk tumbuh sangat besar serta kurangnya pemanfaaatan bamboo yang menjadikan karya tulis ini mengambil tanaman bamboo sebagai komoditi Negara Indonesia. Sehingga perbandingan antara potensi Indonesia dengan negara Asean lainnya tidak terlalu dihiraukan. Sama halnya di Negara Cina di mana dia menguatkan potensi internalnya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di Negaranya. Sehingga kita bisa bercermin dari negara tersebut. Kita bisa mengandalkan potensi yang bisa dikembangkan yang kita miliki dalam hal ini bamboo dalam menghasilkan produk-produk bermanfaat agar tidak lagi mengimpor barang dari luar.

ANUGRAH FATMIRANI
Mengapa bamboo yang dijadikan sebagai barang komoditi bangsa Indonesia?
Jawab : mengapa bamboo yang diharapkan bisa dijadikan sebagai barang komoditi di Indonesia karena tanaman bamboo ini dirasa tidak dikembangkan di Indonesia sedangkan tanaman ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia jika dikelola dengan baik.

Saran : Diharapkan agar kita sebagai generasi atau tunas-tunas muda Indonesia untuk terus mencari dan menggali potensi-potensi yang kita miliki melihat sumber daya alam yang melimpah serta mengelola dan mengembanggkannya dengan baik sehingga memberikan dampak positif bagi negara kita sendiri. (YA)

Indonesia State Owned Enterprise’s Partnership Program: To Answer to Micro Small Medium Enterprises Growth and Obstacles in Indonesia

Oleh : Amiruddin Amrullah., PhD

Program kemitraan (PKBL) sebagian bagian dari BUMN tangggung jawab sosial perusahaan (CSR) harus dibawah departemen CSR atau paling tidak dibawah departemen hubungan masyarakat tapi kenyataannya PKBL dibawah departemen keuangan, sedangkan CSR dibawah sekertariat atau Humas. Jadi jika misalnya butuh bantuan atau ada bencana alam atau sebagainya biasanya yang menangani itu adalah CSR lalu di backup dengan PKBL karena adanya bina lingkungan, bina lingkungan termasuk seperti membangun jembatan, memberikan sumbangan komputer. Kalau ada permintaan membangun mesjid, gereja, atau tempat persembahyangan yang lain masuk di pada CSR. Budget CSR ditentukan diawal tahun dan ditentukan oleh direktur dan sebagainya, sedangkan Program Kemitraan ditentukan diakhir tahun, karena jika keuntungannya sudah diperoleh untuk tahun tersebut kemudian net profitnya dikeluarkan berdasarkan persen setelah pajak. Perbedaan CSR dengan Kemitraan, CSR dianalogikan sebagai “sedekah” berapapun yang akan diberikan seseorang tergantung dari perusahaan. Tapi kalau program Kemitraan dianalogikan sebagai “zakat” yang wajib dikeluarkan tiap tahun yang tercantum dalam undang-undang jadi apabila tidak dikeluarkan maka akan memperoleh sanksi dari kementrian BUMN. CSR dan program PP yang berbeda dalah hal pendanaan dan tujuan program. Namun kedua program masih dikategorikan sebagai bentuk CSR oleh BUMN. Dalam penelitian ini mengatakan bahwa divisi CSR tidak bernama CSR departement namun Divisi Humas dan kelembagaan.

Jika dia punya aset sekitar 200 juta tidak termasuk bangunan itu termasuk usaha kecil. Penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dan lebih kepada interview kemudian dari inter view tersebut kita menginterpretasikan, ada konten analisis, analisis isi dari hasil wawancara dari narasumber. Kalau kualitatif pada saat kita turun kelapangan tidak perlu menghiraukan teori, kita turun saja untuk mencari apa yang ada dilapangan lalu dianalisis lalu dihubungkan dengan teori. Kualtitatif bagaimana dalam penulisannya pada hasil atau pendingnya. Seorang peneliti mengahdirkan sesuatu yang abstrak menjadi non abstrak, mentangible hal-hal yang intangible. Hampir 99% penelitian skripsi tesis dan disertasi S1,S2, dan S3 menggunakan meotde Kuantitatif. Yang jadi msalah ketika memunculkan misalnya yang setuju sekian persen yang tidak setuju sekian persen tapi tidak memunculkan analisanya kenapa setuju dan kenapa tidak setuju, kalau sudah muncul pertanyaan kenapa? disitulah maksudnya kualitatif. Perbedaan kualitatif dan kauntitatif, kualitatif menjawab pertanyaan kenapa bagaimana? Dan bersifat formative Kalau Kuantitatif menjawab berapa banyak, kapan, dimana dan pencobaan hipotesis. Kalau kualitatif selalu muncul pertanyaan kenapa dan kenapa. Kalau dalam penelitian ada yang namanya pertanyaan penelitian lalu melahirkan yang namanya focus question lalu gabungan dari focus question itu yang akan menjawab pertanyaan penelitian. Focus grup discussion juga bentuknya kualitatif. Metode kualitatif memberikan penjelasan mengenai alasan kenapa tidak setuju. Kalau kemitraan wajib mengeluarkan 2% dari keuntungan yang didapatkan