Indonesia State Owned Enterprise’s Partnership Program: To Answer to Micro Small Medium Enterprises Growth and Obstacles in Indonesia

Oleh : Amiruddin Amrullah., PhD

Program kemitraan (PKBL) sebagian bagian dari BUMN tangggung jawab sosial perusahaan (CSR) harus dibawah departemen CSR atau paling tidak dibawah departemen hubungan masyarakat tapi kenyataannya PKBL dibawah departemen keuangan, sedangkan CSR dibawah sekertariat atau Humas. Jadi jika misalnya butuh bantuan atau ada bencana alam atau sebagainya biasanya yang menangani itu adalah CSR lalu di backup dengan PKBL karena adanya bina lingkungan, bina lingkungan termasuk seperti membangun jembatan, memberikan sumbangan komputer. Kalau ada permintaan membangun mesjid, gereja, atau tempat persembahyangan yang lain masuk di pada CSR. Budget CSR ditentukan diawal tahun dan ditentukan oleh direktur dan sebagainya, sedangkan Program Kemitraan ditentukan diakhir tahun, karena jika keuntungannya sudah diperoleh untuk tahun tersebut kemudian net profitnya dikeluarkan berdasarkan persen setelah pajak. Perbedaan CSR dengan Kemitraan, CSR dianalogikan sebagai “sedekah” berapapun yang akan diberikan seseorang tergantung dari perusahaan. Tapi kalau program Kemitraan dianalogikan sebagai “zakat” yang wajib dikeluarkan tiap tahun yang tercantum dalam undang-undang jadi apabila tidak dikeluarkan maka akan memperoleh sanksi dari kementrian BUMN. CSR dan program PP yang berbeda dalah hal pendanaan dan tujuan program. Namun kedua program masih dikategorikan sebagai bentuk CSR oleh BUMN. Dalam penelitian ini mengatakan bahwa divisi CSR tidak bernama CSR departement namun Divisi Humas dan kelembagaan.

Jika dia punya aset sekitar 200 juta tidak termasuk bangunan itu termasuk usaha kecil. Penelitian yang dilakukan adalah metode kualitatif dan lebih kepada interview kemudian dari inter view tersebut kita menginterpretasikan, ada konten analisis, analisis isi dari hasil wawancara dari narasumber. Kalau kualitatif pada saat kita turun kelapangan tidak perlu menghiraukan teori, kita turun saja untuk mencari apa yang ada dilapangan lalu dianalisis lalu dihubungkan dengan teori. Kualtitatif bagaimana dalam penulisannya pada hasil atau pendingnya. Seorang peneliti mengahdirkan sesuatu yang abstrak menjadi non abstrak, mentangible hal-hal yang intangible. Hampir 99% penelitian skripsi tesis dan disertasi S1,S2, dan S3 menggunakan meotde Kuantitatif. Yang jadi msalah ketika memunculkan misalnya yang setuju sekian persen yang tidak setuju sekian persen tapi tidak memunculkan analisanya kenapa setuju dan kenapa tidak setuju, kalau sudah muncul pertanyaan kenapa? disitulah maksudnya kualitatif. Perbedaan kualitatif dan kauntitatif, kualitatif menjawab pertanyaan kenapa bagaimana? Dan bersifat formative Kalau Kuantitatif menjawab berapa banyak, kapan, dimana dan pencobaan hipotesis. Kalau kualitatif selalu muncul pertanyaan kenapa dan kenapa. Kalau dalam penelitian ada yang namanya pertanyaan penelitian lalu melahirkan yang namanya focus question lalu gabungan dari focus question itu yang akan menjawab pertanyaan penelitian. Focus grup discussion juga bentuknya kualitatif. Metode kualitatif memberikan penjelasan mengenai alasan kenapa tidak setuju. Kalau kemitraan wajib mengeluarkan 2% dari keuntungan yang didapatkan