Kamu, favoritku..

Pagi ini, sejak terbangun dari tidur sudah kudengar suaramu yang merdu. Suara khas dan selalu menyejukkan hatiku bila mendengarnya. Ahh.. bahkan mendengarnya saja sudah bisa membuatku tersenyum. Kamu memang favoritku.

Sejak kecil aku sudah mengenalmu. Setiap kamu datang, aku akan berlari keluar rumah dan menyambut dengan berbagai tarian, meloncat-meloncat, tertawa dan bernyanyi. Aku bahkan kadang-kadang menyambutmu dengan hanya mengenakan pakaian dalam. Haha, kamu memang favoritku.

Akhir-akhir ini kamu selalu datang, kamu selalu datang kapanpun kamu mau. Entah di pagi hari, malam hari, saat aku sedang makan, sedang belajar.. bahkan, saat aku sedang tidur. Kamu memang favoritku.

Aromamu pun aku hapal. Setiap pergi, kamu pasti akan meninggalkan aroma. Dimanapun berada, aku bahkan bisa tahu kalau kamu tadi berada di tempat itu juga hanya dengan melihat jejak dan menghirup baumu. Aku selalu menghirup dalam-dalam aroma yang kamu tinggalkan, karena hanya kamu yang punya aroma seperti ini. Aroma khas kamu, bahkan hal itu pun jadi favoritku.

Tapi, entah mengapa kamu selalu diumpat oleh orang-orang setiap rajin datang. Mereka mengeluhkan kedatanganmu. Kata mereka kamu selalu merugikan, menyusahkan, bahkan mendatangkan musibah. Padahal aku dan kamu tahu, itu salah mereka sendiri. Mereka hanya mengambing hitamkan kamu kalau mereka mendapatkan musibah. Kasihan.. padahal kamu sering membantu mereka. Membantu menyirami lahan dan menyuburkan tanah yang mereka tempati untuk menanam bahan makanan. Mereka hanya menganggapmu buruk ketika mengalami kesulitan, tetapi tidak menyadari kebaikanmu ketika mereka menikmatinya. Tapi kamu tenang saja, kamu tetap jadi favoritku.

Kadang ketika kamu pergi, kamu akan meninggalkan sesuatu yang indah di langit. Sesuatu yang berwarna warni berbentuk setengah lingkaran. Tidak akan muncul sesuatu yang indah itu jika kamu tidak hadir sebelumnya. Orang-orang menyebut sesuatu yang indah itu dengan sebutan pelangi. Tapi bagiku itu merupakan sebuah senyuman yang kamu tinggalkan untuk aku. Untuk aku nikmati keindahannya. Keindahan senyumanmu. Terima kasih. Kamu, favoritku.. Hujan.

ASEAN Economic Community (AEC)

By fheby Queeny

Saat ini, pemerintah terus menggalakkan ekspor non migas sebab ekspor migas terus mengalami penurunan sejak thn 90-an. Komoditi unggulan masih didominasi oleh produk primer seperti hasil pertambangan & pertanian. sementara produk manufaktur masih bersifat low tech Peningkatan ekspor non migas dimaksudkan guna peningkatan penerimaan devisa negara, penyerapan tenaga kerja maupun penerimaan pajak. Menurut catatan World Economic Forum tahun 2004, posisi daya saing Indonesia masih berada pada urutan ke-69 dari 104 negara yang diteliti Dibanding dengan beberapa negara pesaing di ASEAN, posisi ini relatif buruk. Malaysia tahun 2004 berada pada urutan 31 sedangkan Thailand posisi ke-34.

Keterpurukan daya saing tersebut disebabkan oleh 3 faktor pd tataran makro dan 2 faktor pada tataran mikro atau tataran bisnis menurut WEF. Faktor makro: tidak kondusifnya kndisi ekonomi makro, buruknya kualitas kelembagaan publik dalam menjalankn fungsinya sebagai fasilitator & pusat pelayanan serta lemahnya kebijakan pengembangan teknologi dalam memfasilitasi kebutuhan peningkatan produktivitas. Faktor mikro: rendahnya efisiensi usaha pada tingkat operasionalisasi perusahaan; dan lemahnya iklim persaingan usaha. Lebih detailnya, faktor lemahnya daya saing Indonesia juga disebabkan oleh ketenagakerjaan dan ketidakstabilan harga. Dengan berbagai permasalahn tsb, menjadi kendala dan ancaman bagi Indonesia dalam menghadapi ASEAN Economic Community pada tahun 2015 nanti. Kendala tersebut, bila tidak diatasi sesegera mungkin maka dalam persaingan pemasaran produk, produk lokal akan kalah bersaing dengan produk impor baik dari segi kualitas maupun dari segi harga, yang akan berdampak pada terdegradasinya income dunia usaha domestik bahkan dunia usaha akan bangkrut bila hal tersebut terjadi maka pengangguran dan kemiskinan akan semakin tinggi serta menurunnya daya beli masyarakat sehingga pertumbuhan ekonomi Negara Indonesia pun akan mengalami kemerosotan.

Dalam mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut, diperlukan adanya strategi. salah satunya ialah dngan pengembangan sumber daya manusia. SDM Indonesia harus memiliki keahlian di atas SDM asing, karena jika tidak bangsa ini tidak akan mampu bersaing dengan negara lain. Peningkatan SDM sangat berpengaruh terhadap peningkatan nilai jual produk, maupun nilai jual tenaga kerja. Sebelumnya, AEC dapat digambarkan dengan bursa tenaga kerja yang memasuki era pasar bebas (AFTA). Artinya, tenaga kerja Indonesia bisa mencari pekerjaan di negara ASEAN dan sebaliknya, tenaga kerja dari ASEAN bebas bekerja di Indonesia. Pasar bebas yang dimksudkan ialah dengan diturunkan dan dihapuskannya tarif impor ekspor secara signifikan oleh pemerintah. Ini akan diberlakukan sesuai dengan kesepakatan internasional pada tahun 2015 mendatang.

Mungkin tidak sedikit dari yang menyimak hal ini yang baru saja mengenal istilah ASEAN Economic Community ini. AEC ini Indonesia terlalu lamban merespon kerjasama intrnasional seperti AEC dan bekerja menjelang deadline. seperti yg dikatakan Edy Suandi Hamid. Berlakunya AEC pada 1 Januari 2015 mendatang menandakan bahwa kita hanya memiliki kurang dari setahun dalam menyambutnya. Waktu tersebut sangatlah singkat untuk mempersiapkan sesuatu yang besar. Terlebih negara kita sedang dalam panasnya perekonomian. Jadi, peningkatan kualitas SDM Indonesia sangat diperlukan guna bersaing dalam negara sendiri.

Marketing Militansi

By Corbeau

Di dunia marketing, kini hadir satu konsep baru yakni Marketing Militasni. Bukan Militansi yang sebagian besar banyak kaitkan dengan dunia militer, pertempuran fisik/ verbal melainkan lebih mengarah pada semangat yang membangun. Yang jika diaplikasikan dalam dunia marketing akan memberik kekuatan besar.

Pemasaran adalah sebuah ujung tombak dari sukses perusahaan, di dalamnya  memiliki banyak peran Strategis pada pengelolaan serta pengembangan profit yang di capai atau omzet yang dikelola. Hal ini tentunya menjadi point yang banyak diperhatian dengan serius dari setiap perusahaan, ini tentunya juga berefek pada bagaimana perusahaan senantiasa mengupayakan  pengembangan sumber daya marketingnya agar tetap menjadi seorang Marketing yang handal dan bermental pemenang.

Apalagi jika kita melihat perkembangan industry dewasa ini yang semakin masuk ke tahap full employment dan dunia telah masuk ke era pasar yang tidak lagi oligopolies sebab kemajuan teknologi memungkinkan semua Negara di dunia untuk mampu berinovasi di setiap produksi barangya, sehingga era perfect  competitive market telah mampu masuk kesemua sector Produksi.. Dari kondisi ini, jika kita bicara tentang survive dan persaingan maka pemenang adalah lagi lagi dari perusahaan perusahaan yang hasil produksi barangnya mampu diserap oleh pasar dengan cepat.

Olehnya itu focus pengembangan dan pelatihan seorang pemasar menjadi point yang cukup banyak diperhatikan di era sekarang ini, kondisi ini pun dapat terbaca dengan banyak bermunculannya, perusahaan perusahaan penyedia jasa pemasaran baik yang langsung terjun pada dunia penjualan maupun bergerak pada wlayah konsultan. Sebab ilmu tentang bagaimana memasarkan barang itu sendiri juga terus mengalami perubahan, dalam artian metode yang di terapkan pun tidak stagnan pada metode lama, karena strategi pemasaran yang langsung berkaitan dengan penjualan memiliki korelasi yang positif dengan perilaku konsumen, sedangkan kita tahu perilaku konsumen dari masa kemasa mengalami banyak dinamisasi seiring dengan perubahan sosiologis masyarakat itu sendiri. Olehnya jika kita melihat begitu banyak strategi pemasaran yang muncul belakangan ini, menjadi hal yang wajib untuk terus di ketahui bagi setiap perusahaan yang tetap ingin menjaga kualita para marketingnya untuk tetap menjadi pemasar yang handal.

Pada prinispnya, konsep marketing militansi berbicara tentang kesungguhan, dorongan lebih untuk melakukan apa yang lebih baik lagi, dan keikhlasan dalam bekerja.